Ilmu Gendam dan Hipnotis

12 12 2011

Terminologi ilmu gendam diawali dari kisah Dewi Kunthi dalam cerita pewayangan. Disebutkan bahwa oleh gurunya Dewi Kunthi diberi ajian gendam. Jika manteranya dirapal, siapapun yang dikehendaki bahkan dewa sekali pun dapat dipanggil ke hadapan si pemilik gendam. Dengan berbekal ajian ini, Dewi Kunthi akhirnya dapat memanggil dewa-dewa yang kemudian memberikan ia putera kelak setelah dewasa anak-anak ini lah yang disebut Pandawa Lima. Sebelumnya ketika masih perawan, ia juga pernah secara tidak sengaja merapal mantera gendam, dan datanglah Bathara Surya. Dengan dewa matahari ini Dewi Kunthi memperoleh putera bernama Karna.

Tetapi ilmu gendam bukan hanya ada dalam cerita pewayangan saja. Ilmu ini ada dan bisa dipelajari. Pada dasarnya, ilmu gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain.

Gendam & Metafisika
Hipnotis tradisional atau bisa disebut hipnotis timur yang berkembang pada masyarakat awam adalah hipnotis yang lahir dari “rahim mistik”. Walau identik dengan metafisis, hipnotis tradisional pada bagian tertentu memiliki kesamaan dengan hipnotis modern, khususnya untuk “mempengaruhi”.

Mistik, apapun alirannya percaya dibalik fisik manusia tersimpan energi misterius. Otak manusia terdiri dari bermilyar sel syaraf yang menghasilkan arus listrik lemah memancarkan gelombang elektromagnetik sangat halus. Karena itu, otak yang terlatih memiliki kekuatan gelombang yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi sekitarnya.

Proses kekuatan gendam masih ada bagian yang belum terjangkau oleh logika. Namun jika diamati, prosesnya identik dengan hipnotis modern.
Yaitu, diawali dengan menciptakan “pra induksi” yang harus disesuaikan dengan kondisi dan pola pikir subjek (sasaran yang dituju), kemudian melakukan “induksi” dilanjutkan dengan trance level test dengan melihat respon subjek terhadap induksi yang dilancarkan, baru kemudian memberikan sugesti atau saran-saran sesuai kehendak.

ENERGI TIMBUL DARI DISILIN DIRI
Sebuah ritual diyakini menimbulkan kekuatan mistis. Proses penggalian energi batin itu dilakukan dengan menanamkan “hipnotis diri” (autosugesti) secara rutin. Melalui bacaan-bacaan tertentu, wirid, mantra, doa dan sebagainya hingga mampu menimbulkan sugesti yang sangat kuat.

Proses sebuah ritual magis menghasilkan tenaga magnetis,
yaitu dasar dari kekuatan supranatural
yang nantinya dapat diaktualisasikan untuk berbagai aktivitas,
tergantung program yang mengolahnya.

Dengan demikian, proses dari wirid, doa atau mantra itu ditinjau dari sisi yang lebih ilmiah adalah konsep penanaman induksi dan motivasi ke alam bawah sadar hingga dalam kondisi tertentu, seseorang dapat melakukan aktivitas yang sering tidak disadarinya, semacam gerak reflek yang oleh sebagian orang disebut non aktifnya sang aku pribadi. Kondisi itu juga disebut proses kalenggahan karena hadirnya energi non pribadi yang mengendalikan jiwa raga.

Maka, orang-orang yang tekun mengolah jiwanya sering tidak menyadari “prestasi-prestasi” yang dilakukannya bahkan menurut pengalaman penulis, saat energi itu bekerja, terasa kesadaran berkurang baik pada pelaku atau orang lain yang kita pengaruhi. Intinya, sama-sama “mengantuk” dan tahu-tahu … beres.

Hipnotis pada sebagian masyarakat awam dikonotasikan negatif. Asumsi orang akan tertuju pada seseorang dengan mata melotot sedang mempengaruhi orang lain yang kemudian menyerahkan perhiasan dan isi dompetnya.

Dalam hal mempengaruhi atau “menundukkan” orang lain, antara hipnotis modern dengan yang tradisional memiliki perbedaan. Hipnotis modern lebih positif karena hanya mampu mempengaruhi orang yang ingin dipengaruhi (kepentingan terapi) sedangkan hipnotis tradisional diprogram untuk mampu mempengaruhi orang yang ingin menolak sekalipun.

SISI POSITIF HIPNOTIS TRADISIONAL
Tapi tidak selamanya hipnotis tradisional itu negatif. Dilihat dari sisi positifnya, eksistensinya adalah sebuah konsep pemanfaatan energi metafisis sebagai alternatif bagaimana menundukkan hati yang keras. Maka hipnotis tradisional pun efektif untuk menanangani kasus-kasus :

  • Memberikan nasihat agar lebih mudah masuk ke hati.
  • Proteksi/perisai dari niat jahat.
  • Meluluhkan orang yang keras, kalap, pelit (dalam kasus menagih) dll.
  • Memberikan keyakinan dan sugesti pada orang yang sedang secara psikis maupun fisik hingga bangkit rasa percaya dirinya.

Pemanfaatan hipnotis tradisional untuk tindak kejahatan walau sering kita dengar, tapi yang terjadi dijalanan itu sesungguhnya adalah bentuk dari penyalahgunaan ilmu, dan bukan tujuan dari ilmu itu diciptakan.

Ilmu bagai sebilah pisau yang dapat digunakan untuk menolong maupun menodong. Tergantung siapa yang memegangnya.

MANTRA, DOA SEBAGAI AUTOSUGESTI
Posisi mantra atau jenis bacaan tertentu oleh seseorang yang menggali olah batinnya, menempatkan mantra sebagai “alat bantu”. Dengan kesimpulan itu berarti bukan mantra atau bacaan-bacaan yang menimbulkan kekuatan, melainkan program atau niat ketika bacaan itu dilakukan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, “kata-katamu adalah doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram adalah kekuatan insaniah yang dapat menghasilkan kekuatan Ilahiyah. Kaidah ini dalam hipnotis modern disebut autosugesti.

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada teknik “sapa” atau verbal, Hipnotis tradisional mempengaruhi subyek (sasaran) lebih tertumpu pada energi batinnya melalui tatapan mata, gelombang suara dan energi lembut yang memancar dari badan halusnya. Para ahli hipnotis tradisional pada umumnya mempelajari ilmu metafisika yang “berkarakter meluluhkan”. Ilmu semacam itu dapat digali dari berbagai unsur, tergantung selera pribadi dan harus disesuaikan dengan latar belakang budayanya.

Kunci sukses dari mengolah sisi supranatural harus disesuaikan tahap spiritual seseorang. Orang yang nuraninya lebih dekat pada animisme – dinamisme dalam mengolah sisi batinnya harus melakukan ritual yang “aneh-aneh”, orang modern dengan metode yang lebih bisa diterima akal sehatnya, (tekhnik pernapasan, konsentrasi), sedangkan orang religius mengolah sisi batin itu melalui wirid atau doa.

Mistik yang berkembang pada masyarakat pada umumnya memiliki tahapan :
Japa Mantra (pemujaan pada alam, tokoh sakti & menguatkan ego / keakuan).
Riyadhah sebagai bentuk disiplin diri, mengurangi kenikmatan duniawi melalui puasa, melek malam, doa, wirid dsb.

Mantra Religius (kombinasi antara mantra konvensional dengan religi) Aurad (berupa rangkuman doa ciptaan orang-orang suci, jaljalut, hizb, asmak atau rangkuman ayat-ayat suci) Doa, Religi Murni (bersumber dari hadis dan alquran)

PROSES KERJA ENERGI
Dalam tradisi Jawa, memisah jalinan hati antara seorang ibu dengan bayinya agar berhenti menyusu  itu disebut sapeh.  Metodenya cukup memberikan makan atau minuman yang sudah diberi energi. Maka yang terjadi kemudian, anak itu tiba-tiba mogok menyusu karena takut saat melihat puting susu Ibunya.

Pertanyaannya adalah? Kenapa balita itu tiba-tiba menjadi tidak lagi mau menyusu? Padahal ia tidak dibujuk-bujuk, tidak di induksi (dalam istilah hipnotis modern). Nah, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku anak-anak (juga orang dewasa), itu menunjukkan bahwa energi supranatural itu benar-benar ada dan dapat mempengaruhi kepribadian manusia.

LEBIH JAUH TENTANG GENDAM
Walau istilah gendam konotasinya negatif, hakikatnya gendam itu sebuah ilmu yang netral dan bebas nilai. Gendam tidak termasuk ilmu hitam. Posisinya seperti sirep, ilmu untuk menidurkan yang semula diciptakan untuk menidurkan bayi rewel agar segera tertidur, namun ketika sirep itu dipegang orang jahat lalu digunakan menidurkan calon korban. Dalam kasus ini, sirepnya tidak salah. Yang salah adalah orang yang memegang ilmu itu.

Ilmu sejenis gendam, khususnya untuk menggagalkan niat jahat, di Jawa Tengah disebut Aji Prembanyu / Pembayun. Sedangkan gendam itu sendiri lebih fokus pada ilmu meluluhkan untuk tujuan komunikasi.

Ilmu gendam terbagi dalam 3 jenis. Yaitu :

  1. Gendam fisik (murni teknik komunikasi, tapi pada umumnya mengekploitasi mistis. Aktivitas ini termasuk “keajaiban jasmani”)
  2. Gendam Kombinasi (perpaduan teknik komunikasi dengan “andalan” batin).
  3. Gendam Magis (100% magis. Termasuk keajaiban ruhani). Rumusnya “belum ketemu” tapi fenomenanya tidak dapat dipungkiri.

BAGAIMANA MENGUASAI GENDAM?
Mempelajari gendam tidaklah rumit. Kuncinya harus yakin dan tekun mengasah dan sebagai penunjang, wawasan harus diperluas. Tentang berat ringannya proses latihan tergantung jenis yang diinginkan. Dan bagi yang nuraninya tidak bisa menerima konsep olah batin yang berbau budaya, karena khawatir bid’ah dan sebagainya, dapat melalui aktivitas religius. Yaitu, melalui jalur aurad, doa, hizb, jaljalud dsb.

Konsep penggalian energi peluluh itu beragam. Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca mantra-mantra tertentu, ada yang dengan puasa dan membaca bacaan yang diyakini mengandung kekuatan gaib.

Konsep mistik yang religius bersandar pada doa dengan kaidah : Dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) engkau dapat “menyerap” sifat-sifat Tuhan. Dan pasti, Tuhan Maha Lembut, Maha Menundukkan, Maha Perkasa. Maka, bermohonlah kelembutan, daya penunduk dan keperkasaan kepada-Nya.

PERANAN JIN & KHODAM DALAM ILMU GENDAM
Sebagaimana dijelaskan di atas, Ilmu gendam terlahir dari ranah ilmu mistik & metafisika. Sedangkan ilmu metafisika secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu yang murni mengolah potensi kekuatan Jiwa (Inner Power) & Dan yang menggunakan kekuatan non pribadi yang berasal dari luar dirinya.

Sedangan Sumber energi di luar diri secara garis besar di bagi menjadi dua :

  1. Alam Semesta
  2. Alam Ketuhanan

Pada prinsipnya semua energi yang berada di alam semesta ini memang bersumber dari Tuhan juga. Namun Di alam semesta ini juga terdapat milyaran frekwensi energi yang dapat dipergunakan oleh manusia. Dengan spektrum frekwensi energi yang berlapis-lapis. Dimulai dari frekwensi yang tertinggi & termurni yaitu yang berada pada level spiritual yang suci (Level Roh Kudus atau Alam Ketuhanan) hingga level dimensi terbawah yaitu frekwensi energi yang tergelap & terkotor. Di antaranya adalah frekwensi Jin dan khodam.

Untuk dapat terhubung dengan sebuah frekwensi di luar diri tergantung pada NIAT dan kondisi kejiwaan (Nafsu) seseorang.

Sesuai hukum alam The Law Of Attraction : Unsur yang sama akan cenderung berkumpul dengan unsur yang sama. Maka Bila kondisi kejiwaan seseorang berada dalam kegelapan, maka dia tidak akan dapat mengakses frekwensi energi pada dimensi yang lebih tinggi. Dia hanya akan mampu mengakses frekwensi energi yang berada di dimensi bawah atau dimensi duniawi.

Sedangkan bila kondisi kejiwaan seseorang senantiasa di asah dengan tekhnik-tekhnik kultivasi (Tazkiyatun Nufus) untuk memurnikan & menyempurnakan jiwanya. Maka kemampuannya untuk mengakses energi yang berada di level yang lebih tinggi juga akan meningkat. Selaras dengan perkembangan spiritualitasnya.

Dengan demikian, bila ilmu metafisika seseorang bersumber dari tradisi yang mengagungkan peranan Jin & Khodam dalam memupuk potensi inner powernya. Maka bisa dipastikan bahwa Jin & Khodam berperan aktif dalam membantu keilmuannya tersebut. Karena sedari awal dia sudah beriktikad dan berniat untuk menggunakan jasa jin dan khodam tersebut.

Demikian juga, walau tradisi keilmuannya tidak mengagungkan ataupun menggunakan jin & khodam. Akan tetapi bila kondisi kejiwaanya senantiasa dilumuri oleh kotornya nafsu & ambisi serta perbuatan dosa. Maka secara otomatis dia hanya akan mampu mengakses dan terhubung dengan energi Jin, Khodam, dan yang sejenisnya.

Kesimpulannya, Tidak semua ilmu metafisika menggunakan Jin & Khodam. Dan bila ada yang menggunakan ilmu metafisika untuk berbuat kejahatan, maka bisa dipastikan bahwa ilmu yang digunakan memang menggunakan kekuatan Jin & Khodam.

HIPNOTIS MODERN
Hipnotis adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Dalam literatur barat, hipnotis disebut “hypnosis” atau “hypnotism” yang berasal kata “hypnos”, nama dewa tidur dalam mitologi Yunani Kuno. Dulu ilmu hipnotis tidak ada namanya, sampai pada tahun 1940-an seorang dokter inggris, James Braid, memberi nama “hypnotism” karena ia mengira kondisi trance itu sama dengan tidur. Namun akhirnya James Braid menyadari bahwa kondisi trance tidak sama dengan tidur. Seorang yang mengalami trance masih sadar dan masih mendengar seperti biasa yang mana hal itu tidak terjadi ketika seseorang tidur. Untuk itu, James Braid mencoba mengganti nama hypnotism menjadi monoideaism yang artinya suatu kondisi dimana seseorang sangat fokus pada suatu ide sehingga mengabaikan sekitarnya. Namun karena nama hypnotism terlanjur populer, maka istilah monoideaism menjadi tidak terkenal. Jadi, sebenarnya hypnosis atau hypnotism adalah nama yang kurang tepat untuk ilmu ini.

Apakah hipnotis menggunakan kekuatan supranatural?
SAMA SEKALI TIDAK. hipnotis adalah ilmu pengetahuan ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hipnotis tidak memakai kekuatan supranatural, gaib, mistik, atau bantuan makhluk halus. hipnotis menggunakan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik tertentu. Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah komunikasi. Saya hanya bisa menghipnotis Anda jika Anda memahami bahasa yang saya gunakan. Saya tidak bisa menghipnotis orang Inggris dengan Bahasa Indonesia, kecuali orang Inggris itu paham Bahasa Indonesia.

Seperti apa rasanya dalam kondisi hipnotis?
Banyak orang yang belum tahu hipnotis, menganggap bahwa kondisi hipnotis itu sama dengan tidur atau pingsan. Sebenarnya, kondisi hipnotis adalah kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai relaksasi tubuh seperti ketika Anda merilekskan tubuh Anda menuju tidur di malam hari. Ketika Anda dihipnotis, Anda akan merasakan seluruh tubuh rileks, pikiran fokus, perasaan damai, dan Anda tetap bisa mendengar suara di sekitar Anda.

Apakah hipnotis sama dengan menguasai pikiran orang lain?
TIDAK. Misalkan saya menghipnotis Anda. Meskipun Anda berada dalam kondisi hipnotis, bukan berarti Anda akan melaksanakan semua perintah saya. Pikiran bawah sadar tetap melindungi Anda dari sugesti yang merugikan dan melanggar keyakinan yang Anda anut. Misalnya, saya memerintahkan Anda untuk memotong jari Anda sendiri atau meludahi kitab suci agama Anda, maka Anda pasti menolak, bahkan Anda langsung terbangun dari hipnotis. Jika saya menghipnotis Anda, bukan berarti saya menguasai pikiran Anda. Memang benar sugesti akan sangat kuat pengaruhnya pada pikiran Anda, tetapi hanya sugesti yang tidak merugikan dan tidak melanggar keyakinan Anda.

Apakah hipnotis bisa digunakan untuk kejahatan?
TIDAK. Hasil penelitian oleh para pakar hipnotis menyatakan bahwa hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan. Aksi kejahatan yang sering diberitakan sebagai “kejahatan hipnotis” sebenarnya tidak menggunakan hipnotis. Media masa dan masyarakat menyebut-nya sebagai hipnotis karena mereka belum tahu hipnotis yang sebenarnya. Menurut pengamatan saya, aksi-aksi kejahatan yang diberitakan sebagai “kejahatan hipnotis itu” tidak lain hanya penipuan atau perampasan yang menggunakan obat tidur / obat bius.

Apa syarat orang yang bisa dihipnotis?
Banyak orang menganggap bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang bodoh atau lemah pikirannya. Ini adalah anggapan yang salah. Faktanya, seseorang hanya bisa dihipnotis apabila orang tersebut cukup cerdas, mampu berkonsentrasi dan bisa berimajinasi. Hypnosis tidak bisa diterapkan kepada orang gila, idiot, orang tuli, atau anak kecil yang belum bisa berkomunikasi dua arah. Semakin cerdas seseorang semakin mudah dihipnotis. Jadi, jangan gembira kalau Anda merasa tidak akan bisa dihipnotis.

Apakah hipnotis bisa digunakan untuk memaksa orang lain?
Hipnotis tidak bisa terjadi karena paksaan. Seseorang hanya bisa terhipnotis apabila dia mau mengikuti perintah sang ahli hipnotis. Hipnotis adalah teknik persuasi atau seni berkomunikasi untuk membujuk seseorang melakukan apa yang kita perintahkan. Jika Anda memperhatikan pertunjukan hipnotis di Televisi, seseorang yang akan dihipnotis adalah orang yang bersedia dihipnotis dan bersedia tampil dalam acara Televisi. Mereka (orang yang dihipnotis) tahu kalau akan dihipnotis dan tahu dirinya sedang disorot kamera. Dari awal mereka sudah bersedia mengikuti perintah sang ahli hipnotis. Mereka pun sudah tahu bahwa mungkin mereka akan “dipermainkan” apabila mereka mau dihipnotis. Namun karena mereka ingin masuk Televisi atau karena ingin mencoba rasanya dihipnotis atau karena motivasi lainnya (misalnya imbalan uang), maka mereka bersedia “dipermainkan”.

Adakah gelar khusus untuk praktisi hipnotis?
Seseorang yang ahli dalam hipnotis disebut “hypnotist”, sedangkan orang yang mampu melakukan terapi penyembuhan dengan hipnotis disebut “hypnotherapist” atau “Mind Therapist“. Seseorang yang bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi hipnotis dengan benar dan aman. Karena terapi hipnotis atau hipnoterapi tidak sekedar memberi perintah seperti dalam pertunjukan hipnotis. Seorang hypnotherapist harus memahami pikiran manusia, dasar-dasar psikologi, dan pengetahuan yang mendalam terhadap masalah yang ditanganinya. Tidak semua orang yang mengaku sebagai hypnotherapist punya kemampuan yang sama baiknya. Maka dari itu, Anda harus pandai memilih hypnotherapist yang kompeten dan bisa diandalkan.

Apa saja manfaat hipnotis?
Hipnotis adalah ilmu untuk “memprogram pikiran bawah sadar”. Manfaat hipnotis amat sangat banyak sekali. Sampai-sampai saya tidak bisa membatasi apa saja yang bisa atau tidak bisa dibantu dengan hipnotis. Hipnotis bisa berperan dalam segala masalah yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan. Hipnotis bisa digunakan untuk hiburan, mengubah perilaku, menghilangkan kebiasaan buruk, motivasi sukes, mengingkatkan kepercayaan diri, mengontrol perasaan, menyembuhkan penyakit, mengatasi rasa sakit, memaksimalkan kemampuan otak, dan masih banyak lagi. KLIK HIPNOTERAPI

Apa efek samping setelah dihipnotis ?
Hipnotis sangat aman apabila dilakukan oleh orang yang kompeten bidang ini. Sama sekali tidak ada efek samping yang merugikan apabila hipnotis yang sudah terlatih dengan baik. Mungkin Anda takut tidak bisa bangun dari hipnotis atau takut akan kehilangan ingatan Anda setelah bangun dari kondisi hipnotis. Namun faktanya, tidak pernah ada orang yang tidak bisa bangun dari hipnotis atau menjadi lupa ingatan karena hipnotis. Sebaliknya, hipnotis memberi efek samping positif yaitu meningkatnya konsentrasi orang yang dihipnotis.

Apa bedanya hipnotis, hipnotisme, hipnosis, hypnotism dan hypnosis?
Tidak ada bedanya. Semua itu hanyalah istilah-istilah yang berbeda untuk menyebut suatu hal yang sama. Kata hipnotis, hipnotisme dan hipnosis dipakai di Indonesia. Sedangkan kata hypnotism dan hypnosis dipakai dalam Bahasa Inggris. Di Malaysia istilah hipnotis kurang dikenal oleh masyarakat. Orang malaysia menyebut hipnotis dengan nama “Pukau”.

Advertisements




Hipnotis Dalam Pandangan Hukum Islam

11 12 2011

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ustadz, akhir-akhir ini banyak acara sulap, misal: The Master, Uya Emang Kuya, Demian Show, dll. Kemarin (saat pindah-pindah chanel) saya sempat melihat Uya Emang Kuya. Salah satu yang dia tampilkan adalah menghipnotis seorang ABG 14 tahun yang sedang berbelanja di mall bersama ibunya. Si ABG (saat tidur karena dihipnotis) ditanyai macam2 hal, dia mengaku pacaran dengan teman laki2nya dan pernah (maaf) ciuman & pelukan. Namun saat sudah sadar, dia ditanyai hal yg sama, dia menjawab tidak pernah pacaran, apalagi ciuman & pelukan.

Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu di Metro TV pernah dibahas bahwa ilmu hipnotis bisa digunakan polisi untuk membuat teroris (yang sudah tertangkap) untuk mengaku. Biasanya mereka dibuat tidak sadar, lalu kemudian ditanyai macam-macam.

Saya juga pernah dengar ada pengobatan penyakit dengan hipnotis, ada juga diet dengan hipnotis.

Nah, saya jadi penasaran beberapa hal:

1. Apa hukum ilmu hipnotis?
2. Jika digunakan untuk kebaikan (menanyai teroris, pengobatan, diet) hukumnya bagaimana?

Jazakallahu khairan untuk jawaban yg ustadz berikan.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Nelly Tsabita Hanifah

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Selanjutnya akhir-akhir ini banyak pembicaraan seputar terapi hipnotis atau hipnosis. Masyarakatpun terbelah menjadi dua kelompok besar karenanya; ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra.

Untuk sedikit memberikan titik terang kepada pembaca, agar tidak kebingungan mensikapi terapi hipnotis, maka saya merasa perlu untuk sedikit memberikan klarifikasi tentangnya.

Saudaraku, perlu diketahui bahwa hipnotis yang ada di masyarakat secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian:

1. Hipnotis Klasik
Hipnotis klasik ialah kemampuan untuk menyelami lalu mempengaruhi pikiran orang lain atau bahkan diri sendiri yang diperoleh dengan berbagai metode yang sarat dengan upacara klenik, misalnya sesajian, membakar kemenyan, ramu-ramuan tertentu dan lainnya. Tidak diragukan perbuatan semacam ini bertentangan dengan syari’at islam, bahkan dapat menghantarkan pelakukan kepada jurang kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Karena mungkin saja di antara ritual yang ia lakukan ialah dengan mengajukan korban atau sesajian kepada setan. Tentu perbuatan ini adalah syirik yang mengancam keislaman pelakunya.

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ

Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)” Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al An’am: 128)

Ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa jin dan manusia saling memanfaatkan. Jin memanfaat manusia dengan sesajian yang dipersembahkan oleh manusia untuk mereka. Sebaliknya manusia memanfaatkan jin dengan mendapatkan berbagai layanan istimewa yang diberikan oleh jin kepada para penyembahnya. (At Tamhid Syarah Kitab At Tauhid 374)

Akan tetapi bisa saja ramu-ramuan yang ia lakukan hanya sekedar kombinasi dedaunan yang aromanya dapat mempengaruhi akal sehat seseorang, misalnya daun ganja atau yang serupa, maka bila ini yang terjadi maka itu hanya sebatas perbuatan haram dan tidak sampai menjadikan pelakunya keluar dari keislaman.

2. Hipnotis Moderen
Hipnotis mederen inilah yang sekarang ini banyak dikembangkan dan diajarkan oleh berbagai lembaga pelatihan di masyarakat. Hipnotis moderen ini sejauh yang saja ketahui adalah pengembangan dan menejeman fungsi otak kanan dan otak kiri. Mereka menamakan otak kiri dengan pikiran sadar, sedangkan otak kanan dengan pikiran bawah sadar.

Walau demikian melalui training dan pelatihan, seseorang dapat mengoptimalkan otak kanannya, sehingga dapat bekerja seimbang dengan otak kiri, sehinggabekerja di bawah kesadaran kita.

Ilmuan zaman sekarang telah berhasil mengetahui pola kerja kedua otak manusia; kanan dan kiri. Mereka menjelaskan bahwa otak kiri berfungsi untuk memikirkan hal-hal yang bersifat logika, dan memiliki ciri senantiasa bekerja di bawah kesadaran kita. Sedangkan otak kanan, berfungsi sebagai penanggung jawab tentang segala yang berkaitan dengan rasa, seni, dan berfungsi sebagai bank data bagi berbagai data, kejadian, perasaan yang pernah dialami oleh manusia.

Otak kanan biasanya bekerja di bawah kesadaran kita. Misalnya, semasa anda duduk di bangku sekolah SD, SMP, lalu SMA, banyak memiliki teman. Akan tetapi bila sekarang ini, pada saaat anda membaca tulisan ini, saya minta anda menyebutkan 50 nama teman semasa SD, 50 teman semasa SMP, 50 teman semasa SMA, saya yakin anda cukup kerepotan untuk menyebutnya. Akan tetapi sekedar anda bertemu dan bertatap muka dengan mereka, anda langsung ingat, bukan sekedar nama, bahkan berbagai pengalaman anda dengannya spontan teringat, seakan-akan anda kembali hidup pada masa lampau anda. Bukankah demikian?

Dimanakah data tentang teman-teman anda itu tersimpan? Menurut para pakar, data-data itu tersimpan di otak kanan anda, atau yang diistilahkan oleh para ahli hipnoterapi otak bawah kesadaran.

Inilah yang dimanfaatkan oleh para hipnoterapi, mereka mengotak-atik kerja otak kanan dan kiri, serta berusaha memanfaatkan bebagai memori pahit atau manis yang pernah dialami oleh pasiennya. Yang demikian itu, karena sering kali penyakit yang menimpa seseorang disebabkan oleh trauma atau suatu persepsi tentang suatu hal yang kurang baik. Seorang praktisi hipnoterapi berusaha merubah peta pikiran pasiennya tentang kejadian yang menjadikanya trauma, atau menderita penyakit tersebut, atau mungkin juga berusaha memindahkan kerja otaknya dari yang sebelumnya terpusat pada otak kanan berpindah menjadi terpusat di otak kiri atau sebaliknya.

Sebagai contoh: Bila anda menderita penyakit mag, mungkin saja anda menjadi takut untuk makan cabe, karena meyakini bahwa cabe dapat menyebabkan mag anda kambuh. Atau bila anda menderita hipertensi, mungkin anda takut untuk makan sate kambing, karena anda meyakini bahwa daging kambing dapat menjadikan darh tinggi anda kambuh dan berakibal fatal. Bukankah demikian?

Akan tetapi apa pendapat dan perasaan anda, andai mengetahui bahwa kandungan vitamin C pada cabe melebihi kandungan buah-buahan berwarna kuning? Dan diyakini bahwa vitamin C membantu meningkatkan ketahanan tubuh dari serangan penyakit. Sebagaimana kandungan kolesterol pada daging kambing adalah yang paling rendah bila dibanding dengan daging sapi, onta, kerbau, dan kuda? Akankah anda tetap menjauhi daging kambing dan tetap makan daging sapi?

Demikianlah kira-kira gambaran singkat serta contoh sederhana tentang kerja hipnoterapi.

Pada suatu hari, saya pernah bepergian bersama keluarga dengan mengendarai bus umum antar kota. Di tengah perjalanan putri pertama saya yang berumur 6,5 tahun mengeluhkan pusing, dan selanjutnya perut mual. Karena kota tujuan masih lumayan jauh, sayapun menjadi sedikit panik. Saya berusaha memijit punggung dan tengkuknya, menggoleskan minyak kayu putih ke tubuhnya dan meminumkan sedikit tolak angin sirup kepadanya. Hasilnya tetap nihil, tidak ada perubahan. Sayapun menjadi bertambah panik, khawatir anak saya mabok perjalanan sehingga muntah-mutah, tentu ini merepotkan sekali. Selang berapa saat saya teringat bahwa otak manusia terbagi menjadi dua; kanan dan kiri, dan kerjanya bersilang, otak kanan bertanggung jawab atas kerja tubuh bagian kiri, dan sebaliknya otak kiri bertanggung jawab atas kerja tubuh bagian kanan. Sebagaimana seperti dijelaskan di atas, bahwa otak kiri fokus kerjanya masalah logika, sedangkan kerja otak kanan berhubungan dengan perasaan dan seni.

Memanfaatkan penemuan moderen tentang kerja otak manusia, saya berusaha menghubungkan antara pusing anak putri saya dengan pola kerja otak manusia. Sayapun memerintahkan putri saya untuk menutup hidung kiri dengan jari tangan kiri pula, seterusnya saya memintanya untuk membuat hitung-hitungan, dari 30 mundur ke belakang; 30, 29, 28 dan seterusnya. Tentu hitung-hitungan mundur seperti ini cukup merepotkan anak kecil, sehingga memaksa kerja otaknya berpindah dari otak bagian kanan yang sedang merasakan pusing, ke otak bagian kiri yang bertanggung jawab tentang logika untuk. Hasilnya, luar biasa berhitung mundur baru mencapai angka 18, ia berkata: sudah hilang pusingnya. Dan wajahnyapun kembali ceria dan berseri-seri. Mungkin pengalaman pribadi saya ini dapat menjadi contoh simpel lain dari cara kerja para ahli hipnotis moderen.

Akan tetapi karena ilmu ini adalah hasil penelitian orang dan hingga kini terus dikembangkan oleh masyarakat luas, masing-masing dengan caranya sendiri-sendiri. Terlebih-lebih pada tataran prakteknya ilmu ini sering dihubung-hubungkan dengan mitos, atau idiologi atau tradisi masyarakat setempat, sebagai sarana untuk masuk ke dalam pikiran bawah sadar (memori otak kanan) pasien, akibatnya banyak ditemukan perbedaan dan bahkan mungkin saja hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam, terlebih-lebih bila yang mengembangkan dan mempraktekkannya adalah orang kafir, atau orang yang tidak paham tentang prinsip-prinsip akidah agama Islam. Inilah yang menjadikan banyak ulama; mengharamkan ilmu ini. Kebanyakan ahli hipnoterapi tidak memahami akidah islam, sehingga pada prakteknya ia sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak selaras dengan agama Islam, inilah yang menjadikan banyak ulama’ sekarang mengharamkan hipnotis.

Terlebih-lebih dalam ilmu hipnotis dikenal apa yang disebut dengan filter atas setiap “saran” atau bisikan atau masukan yang sampai kepada pikiran anda. Dan filter ini beraneka ragam wujudnya, dimulai dari filter bahasa, ideologi, perasaan, tradisi, pola pikir dan lainnya. Mungkin saja pada tahapan ini seorang hipnoterapi dapat mengubah atau mempengaruhi ideologi anda, guna menuntut anda kepada keadaan yang ia inginkan.

Misalnya: Agar dapat masuk ke pikiran bawah sadar (atau otak kanan) anda mungkin saja seorang ahli hipnotis akan membisikkan kepada anda: bahwa malam jum’at kliwon adalah malam yang angker, dedemit bergentayangan, hantu yang penampilannya menyeramkan, bertaring besar, mata bersinar merah, berbulu lebat, berkuku tajam nan panjang, bersuara menggelegar, dan berbau busuk menyengat. Kata-kata ini sengaja ia gunakan guna membuka pintu pikiran bawah sadar anda. Bila mendengar gambaran hantu yang begitu menyeramkan ini anda berubah penampilan dan nampak ketakutan, berarti pintu pikiran bawah sadar anda telah terbuka lebar-lebar, selanjutnya ia dapat membisikkan berbagai “saran” atau kata-kata yang bertujuan mengendalikan pikiran dan syaraf dan tubuh anda.

Sebagai orang yang beriman, tentu anda akan berkata ahli hipnotis di atas berbau klenik atau syirik, maka andapun dapat menghukumi bahwa perbuatannya itu haram, atau syirik.

Akan tetapi bila ahli hipnotisnya adalah orang yang bertauhid, maka ia dengan mudah mengubah kata-kata di atas. Misalnya, coba anda bayangkan: malaikat pencabut nyawa sekarang ini telah berada di atas kepala anda, penampilannya menyeramkan, suaranya menggelegar bagaikan petir, dan di belakangnya telah berbaris para malaikat yang membawa kain dari neraka yang sangat kasar, berbau busuk menyengat. Selanjutnya malaikat maut menghardik anda: “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah.”
Tentu mendengar ucapan yang demikian, anda sebagai seorang mukmin, akan berkata: “Ini adalah ucapan yang benar dan tidak masalah, sehingga praktek hipnoterapi yang ia lakukanpun tidak ada yang perlu dipermasalahkan.”

Permisalannya sama dengan ilmu Kung Fu, ada yang mengembangkannya sebatas kemahiran gerak tangan, kaki dan refleks, dan tidak jarang yang disertai dengan magic, sehingga hasil dan hukumnyapun berbeda. Inilah yang mendasari banyak ulama’ dahulu mengharamkan Kung Fu, akan tetapi sekarang, seakan fatwa haram itu menjadi sirna bersama perkembangan pemahaman masyarakat tentang ilmu Kung Fu itu sendiri.

Saudaraku! Pembagian hipnoterapi atau hipnotis menjadi dua bagian ini mungkin sering kali hanya sebatas teori saja, karena mungkin saja di lapangan banyak dari ahli hipnotis menggunakan kedua-duanya, atau bahkan mencampurkan kedua jenis hipnotis di atas, klasik & moderen. Walau demikian, kita tidak boleh menutup kemungkinan adanya sebagian dari mereka yang tidak mencampurkannya, dan hanya menggunakan jenis kedua yang benar-benar memanfatkan keja otak kanan dan otak kiri (otak sadar dan otak bawah sadar).

Oleh karena itu saya tidak dapat memberikan jawaban yang baku tentang hipnoterapi atau hipnotis atau hipnosis yang ada di masyarakat. Akan tetapi seyogyanya setiap kejadian dan setiap ahli hipnoterapi dikaji secara tersendiri, guna diberikan keputusan hukum yang selaras dengannya. Bila padanya terdapat hal-hal yang bertentangan dengan agama, maka yang kita larang sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Sebaliknya, bila bila tidak ada yang menyelisihi prinsip agama, maka tidak masalah.

Semoga jawaban singkat ini dapat sedikit menyingkap tabir tentang hukum praktek hipnoterapi yang mulai banyak diajarkan dan dipraktekkan di masyarakat. Wallahu a’alam bisshawab.

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Sumber: http://www.pengusahamuslim.com
Artikel http://www.konsultasisyariah.com