Sugesti & Uji Sugestibilitas

27 02 2014

Banner Neo Hipnotis 600 ediSugesti adalah rangsangan atau pengaruh atau stimulus. Sugesti dapat muncul dari luar, maupun dari dalam. Dari luar artinya Sugesti bisa diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau kelompok kepada seorang individu. Dari dalam artinya sugesti diberikan oleh diri sendiri untuk diri sendiri. Wujud sugesti bisa berbagai bentuk sikap atau tindakan.

Dalam pengetahuan hipnosis terkait dengan proses Hypnosis yang berbasis Verbal Communication, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :

“Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut. Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud. Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.

Sugesti menurut Ormond McGill :
Pada dasarnya, ada 2 cara untuk menghipnotis, yang pertama, dengan memberikan sugesti baik verbal maupun non verbal dan yang kedua, dengan menggunakan metode bio energi ala Mesmer yang dikenal dengan nama Mesmerisme / Animal Magnetism, dan untuk hasil terbaik dan powerfull, kedua cara tersebut harus dikombinasikan.” [The New Encyclopedia of Stage Hypnotism by Ormond McGill]

Dari uraian Ormond McGill tersebut, maka terdapat Tiga Jenis Sugesti Hipnosis, yaitu  :

  1. Sugesti verbal : Sugesti verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan atau di zahirkan, baik dari orang lain, media ataupun dari diri sendiri yang dengan atau tanpa sadar menjadi suatu sugesti yang mempengaruhi seseorang.
  2. Sugesti non verbal : Sugesti nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi non verbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara yang dapat diterima pikiran orang lain sebagai “kode” untuk melakukan / berpikir / bertingkah laku tertentu.
  3. Sugesti Magnetism (Energi, Qi, Prana, Aura, dll.). Energy Prana adalah energy hidup yang mengatur pergerakan segala sesuatu yang berada di alam ini. Tidak semua manusia dapat merasakan pergerakan energy hidup ini, karena untuk dapat menyadari adanya energy hidup ini manusia harus mempunyai sebuah Kesadaran yaitu Kesadaran Quantum, gelombang otak mereka harus dalam keadaan alfa ataupun tetha untuk dapat merasakan energy hidup ini, karena saat itulah manusia mengalami saat Kesadaran Quantum yang penuh.

Jenis Sugesti terbagi 2 macam, yaitu :

Sugesti Non-Terapi (Non-Therapeutic Suggestion)
Sesuai dengan namanya, sugesti jenis ini adalah jenis sugesti yang digunakan untuk kepentingan non terapi, dan tentu saja tidak ada efek terapeutik di dalamnya. Biasanya jenis sugesti ini digunakan untuk kepentingan hiburan/stage hypnotism. Contoh : “Mulai saat ini, siapapun yang menanyakan nama Anda maka secara otomatis Anda menjawab nama Anda adalah Joko.”

Sugesti Terapi (Therapeutic Suggestion)
Dalam kegiatan hipnoterapi, sugesti jenis ini sering digunakan karena dapat memunculkan efek terapeutik. Tentu saja jenis sugesti ini hanya digunakan untuk kepentingan terapi saja. Contoh : “Anda boleh memutuskan untuk menjadi pribadi yang lebih merdeka ataupun menjadi pribadi yang terbebas dari segala bentuk belenggu emosi negatif, sekarang.”

Berdasarkan cara penyampaiannya, sugesti terbagi menjadi 2 :

Sugesti Langsung (Direct Suggestion)
Ini adalah bentuk sugesti yang paling sederhana dan paling mudah dalam hipnosis. Karena, hampir sebagian besar orang yang mempelajari hipnosis lebih banyak menggunakan jenis sugesti ini di dalam kegiatan hipnosis-nya. Contoh: “tutup mata Anda sekarang”

Sugesti Tidak Langsung (Indirect Suggestion) 
Jenis sugesti ini sering dijumpai pada ericksonian hypnosis. Dalam penggunaannya, sugesti tidak langsung ini lebih mengarah kepada ajakan/himbauan kepada subyek hipnosis. Jenis sugesti ini dapat menjadi tersamar karena dapat ditransformasikan ke dalam bentuk pertanyaan. Sugesti jenis ini efektif  bila digunakan kepada subyek yang mempunyai Type Sugestibiltas Intellectual/Emotional. Contoh : “Anda dapat mengistirahatkan kedua mata Anda dengan membiarkannya menutup dengan sendirinya ataupun mengijinkannya untuk membiarkannya terbuka beberapa detik lagi”

Sedangkan sesuai dengan waktu diberikannya sugesti dalam tahapan proses hypnosis, maka sugesti saya bagi menjadi 3 bagian :

  1. Pra Suggestion adalah Sugesti yang diberikan sebelum proses hipnosis dijalankan.
  2. Hypnotic Suggestion adalah Sugesti yang diberikan dalam proses Hypnosis.
  3. Post Hypnotic Suggestion adalah sugesti yang diberikan sesaat sebelum atau setelah terminasi. Dan efek dari sugesti bekerja setelah proses hipnosis diakhiri. Pada umumnya jenis sugesti ini diawali dengan keterangan waktu untuk memberikan penegasan bahwa sugesti akan terus berkelanjutan. Contoh : “Mulai saat ini dan seterusnya, Anda menjadi pribadi yang lebih ber-kharisma”

Dalam struktur Classic Hipnosis yang lebih fokus pada pendekatan Overt Hypnosis. Posisi dari Pra Sugesti tidaklah terlalu diberikan tempat. Bahkan seolah-olah tidak ada..

Hal ini sangat berbeda dengan proses hipnosis dalam struktur Neo Hypnosis. Yang mana kami memadukan secara seimbang antara Covert Hypnosis dengan Overt Hypnosis.

Sehingga Pra Sugesti juga menduduki posisi yang sangat penting. Selain Hipnotic Suggestion dan Post Hipnotic Suggestion…

Bukti faktual di lapangan membuktikan bahwa Pra Sugesti adalah faktor terpenting dalam proses hipnosis yang ada di tengah masyarakat.

Contoh yang paling hangat adalah Kekuatan Pra Sugesti dari Proses Hipnotis Ustadz Guntur Bumi.. Yang mana kekuatan Sugesti Hipnotisnya dibangun dari Langkah Pra Sugesti yang berupa popularitasnya sebagai selebritis, demo kesaktian yang ditayangkan di media internet, TV, ataupun majalah…

Itu semua hakikatnya adalah sebuah langkah Pra Sugesti…

Demikian juga kehebatan dari program Audio Brainwave… Yang juga marak beredar di dunia barat dan timur…

Ada audio brainwave untuk kekayaan, perjodohan, tidur pulas, metafisika, dll..

Sesungguhnya kekuatan utamanya adalah pada tahap pra sugesti. Karena efect utama dari Audio Brainwave hanyalah untuk menurunkan gelombang otak saja. Dan tidak ada hubungannya dengan instalasi Hipnotic Suggestion untuk kekayaan, harta berlimpah, astral projection, dll..

Kalaupun mereka bilang bahwa di dalamnya ada Subliminal Message yang frekwensi suaranya tidak terdengar oleh telinga.. Maka saya katakan bahwa itu hanyalah HOAX saja…

Karena sebuah sugesti baru dapat dijalankan oleh pikiran bawah sadar. Jika dan hanya jika, sugesti tersebut dapat diterima, dimengerti, dan difahami oleh subjek..

Cth.
Bila subjek anda tidak mengerti bahasa indonesia. Lalu anda melakukan komunikasi hipnosis menggunakan bahasa indonesia. Maka saya jamin, sugesti anda akan gagal dijalankan olehnya. Atau hanya sedikit dampaknya, karena hanya bahasa non verbal saja yang dapat dia fahami dan dia jalankan…

Sugestibilitas

Hipnotisability adalah kemampuan seseorang untuk masuk ke dalam alam bawah sadar.

Tipe Sugestibiltas adalah cara seseorang dalam menerima suatu sugesti (Informasi) ke dalam pikiran bawah sadarnya. Sedangkan Sugestibilitas itu sendiri mempunyai arti dasar “cara belajar seseorang”.

Berkebalikan dari pemahaman umum bahwa seorang hipnotis/hipnoterapis memiliki kuasa penuh atas subjek yang sedang dihipnosis, sebenarnya subjek itulah yang menjalankan semuanya, semuanya tergantung dari tingkat sugestibilitas (Kemampuan menerima serta menjalankan sugesti) yang dimilikinya.

Hukum-Hukum Sugestibilitas
Berdasarkan pengertian mengenai tipe sugestibilitas, praktik hipnoterapi yang berhasil membutuhkan pemahaman tentang lima hukum dominan sugestibilitas :

1. The Law of Reverse Reaction (Hukum Reaksi Berkebalikan)
2. The Law of Repetition (Hukum Repetisi)
3. The Law of Dominance (Hukum Dominasi)
4. The Law of Delayed Action (Hukum Tindakan yang Tertunda)
5. The Law of Association (Hukum Asosiasi)

Pemahaman dan penerapan hukum dominan sugestibilitas akan sangat membantu kita dalam memanfaatkan kondisi alamiah sugestibilitas klien untuk mempengaruhi dan membantunya keluar atau sembuh dari masalah yang ia alami.

Uji Sugestibilitas (Suggestibility Test) bertujuan :
1. Menentukan tipe Sugestibiltas klien.
2. Mengkonversikan uji sugestibilitas ke dalam hipnosis, atau untuk menentukan tekhnik induksi yg tepat untuk klien sesuai dengan tipe Sugestibiltasnya.

Saat melakukan uji sugestibilitas terhadap subjek untuk pertama kali, kita menggunakan metode sugesti Direct yang bersifat memerintah secara langsung. Anda boleh langsung mengkonversikan ke hipnosis jika anda sudah mengenal tipe sugestibilitas subjek. Namun, anda juga tidak perlu mengkonversikan ke hipnosis jika anda sekedar ingin mengetahui tipe sugestibilitas subjek.

Uji Sugestibilitas : Perlukah?”
Setiap Client memiliki tingkat Sugestivitas secara alamiah yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sugestivitas alamiah ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain : lingkungan, profesi, intelektual, dsb.

Stage Hypnotist mengkhususkan diri untuk melakukan seleksi cepat untuk menemukan mereka yang memiliki Sugestivitas Alamiah Tinggi. Dalam stage hypnosis, uji sugestibilitas harus dilakukan untuk bisa memilih atau menemukan subjek hipnosis yang mudah. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi jika stage hypnotist tidak melakukan uji sugestibilitas dan langsung memilih subjek dari penonton. Akibatnya akan fatal karena subjek tidak akan bisa dihipnosis dengan cepat dan tidak akan ada pertunjukkan yang menarik.

Bagaimana dengan hipnoterapi? Apa perlu uji sugestibilitas?
Hypnotherapist mengupayakan peningkatan tingkat Sugestivitas setiap Client yang ditangani, melalui Hypnotic Training.

Bila mengacu pada SHSS (Stanford Hypnotic Suceptibility Scale) yang dikembangkan oleh Ernest Hilgard maka manusia terbagi menjadi 85% yang moderat, 10% mudah, dan 5% sulit dihipnosis. SHSS ini banyak digunakan sebagai acuan oleh hipnoterapis hingga saat ini.

Dr. Kappas mengembangkan teori sugestibilitas yang menyatakan bahwa manusia terbagai menjadi dua kategori besar yaitu physical suggestibility (sugestibilitas yang bersifat fisik) dan emotional suggestibility (sugestibilitas yang bersifat emosi). Dari penelitian ditemukan bahwa 60% populasi bersifat emotionally suggestible dan 40% physically suggestible. Kelompok emotionally suggestible mempunyai sub kategori yang dinamakan intellectual suggestibility yang mewakili sekitar 5% populasi.

1. Physical Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Physical Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan bersifat fisik. Sugestibilitas sendiri mempunyai arti dasar “cara belajar seseorang”. Nah, orang yang bertipe physical biasanya mempelajari sesuatu dengan cara hal-hal yang berkaitan dengan fisik. Yang menggembirakan adalah orang tipe ini mudah untuk dihipnosis, sedangkan kabar buruknya orang yang bertipe physical suggestibility termasuk sedikit. Mengapa orang yang bertipe physical mudah dihipnosis? Sebab, semua tehnik hipnosis umumnya diperuntukkan kepada orang bertipe physical. Anda dapat menggunakan metode sugesti “Direct” (memerintah secara langsung) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Physical adalah lulus uji sugestibilitas dan sangat menurut pada sugesti yang kita berikan.

2. Emotional Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Emotional Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan menyangkut masalah emosi. Orang yang bertipe ini, belajar sesuatu cenderung menggunakan sifat/emosinya. Orang bertipe ini berpopulasi lebih banyak dibanding tipe physical dan kabar buruknya rata-rata orang yang bertipe ini susah dihipnosis. Sebab, rata-rata script-script hipnosis bersifat physical. Oleh karena itu, anda diwajibkan menggunakan metode sugesti “Indirect” (bersifat tidak langsung dan cenderung mengajak) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Emotional adalah gagal dalam uji sugestiblitas dan enggan menurut dengan perintah langsung.

Setiap orang memiliki kadar physical suggestibility dan emotional suggestibility yang berbeda-beda. Ada yang 40% physical dan 60% emotional, 30% emotional dan 70% physical dll. Yang paling baik adalah suyet dengan 50% physical dan 50% emotional. Sebab, suyet tersebut sangat efektif untuk menerima sugesti positif maupun negatif (stage hypnotist). Apakah ada orang yang 100% physical atau 100% emotinal? memang ada, namun sangat langka.

Pakar lain, Herbert Spiegel, mengembangkan teknik uji sugestibilitas, dengan menggunakan gerakan bola mata dan empat indikator lainnya, yang dikenal dengan Hypnotic Induction Profile (HIP). Selanjutnya Spiegel juga mengembangkan Spectrum of Hypnotizability and Personality Style dan mengelompokkan subjek ke dalam tipe Apollonian, Odyssean, dan Dionysian.

Dulu waktu saya pertama kali mendalami hipnoterapi saya sempat bingung saat membaca riset para pakar mengenai tipe sugestibilitas dan apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan induksi dengan benar yang bisa membawa klien masuk ke kondisi deep trance.

Di awal karir saya sebagai hipnoterapis saya sangat memperhatikan uji sugestibilitas. Biasanya sebelum menghipnosis klien saya akan meminta klien melakukan The Hand Drop Test, Arm Rising and Falling Test, Postural Sway, dan kadang bisa ditambah dengan The Pendulum Swing Test.

Dari pengalaman saya menemukan bahwa uji sugestibilitas di atas sebenarnya adalah untuk menemukan klien yang masuk kategori Physically Suggestible. Kalau klien sulit menjalankan tes, misalnya Arm Rising and Falling Test, maka saya tahu klien ini masuk kategori emotionally suggestible atau mungkin yang tipe intellectual.

Untuk klien yang “sulit” maka saya perlu menggunakan teknik induksi yang sesuai. Misalnya dengan teknik 7 plus minus 2, auto dual method, teknik hand rolling, dan teknk yang bersifat membingungkan pikiran.

Namun jujur saya merasa tidak nyaman dengan hal ini. Setiap kali mau melakukan terapi saya harus melakukan uji sugestibilitas. Dan yang membuat hal ini menjadi semakin sulit bagi saya adalah ada banyak klien yang telah ke hipnoterapis lain yang juga melakukan hal ini, uji sugestibilitas. Nah, klien datang ke saya karena merasa belum mengalami perubahan signifikan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila saya melakukan, di awal sesi terapi, hal yang sama yang dilakukan terapis sebelumnya. Seringkali sejak awal terapi klien sudah menolak. Mereka berpikir, “Lho, ini kan yang dilakukan terapis sebelumnya. Saya tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Cara ini nggak mungkin berhasil.”

Berangkat dari pengalaman ini saya selanjutnya berpikir, “Apakah ada teknik induksi yang sederhana, yang bisa dilakukan pada semua klien tanpa perlu tahu tipe sugestibilitasnya? Apakah ada teknik yang sederhana, mudah dipelajari, mudah diaplikasikan, mudah diduplikasi, dan yang paling penting telah teruji sangat efektif untuk bisa membawa subjek tipe apapun masuk ke kondisi deep trance dengan cepat dan pasti?”

NO SUGGESTIBILITY TEST
Dalam struktur Neo Hipnosis. Tidak ada langkah test sugestibilitas.. Sugestible atau tidak, sebagai master hipnotis. Anda wajib mampu menghipnotis subjek anda. Sebagai master hipnotis, anda harus menang. Bagaimanapun caranya. Pokoke menang.. Titik..

Itulah sebabnya langkah MAPPING & FRAMING sudah wajib anda lakukan bahkan sebelum anda bertemu klien anda..

Type sugestibilitas seseorang bagi seorang master Neo Hypnosis hanyalah sekedar garis batas. Sejauhmana dan sedalam apa subjek mampu dibimbing untuk mengeksplorasi potensi pikiran bawah sadarnya dalam sesi hipnosisnya yang pertama kali. Dan permainan apa yang bisa dimainkan olehnya..

Dan untuk mengetahui type sugestibilitas subjek. Tidak perlu test. Karena itu secara otomatis diketahui saat proses Mapping sedang berlangsung…

INFO PELATIHAN MASTER HIPNOTIS, KLIK DI SINI..

banner MHQJKT


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: